


[{"content":"","date":"Minggu, 1 Maret 2026, 11:44","externalUrl":null,"permalink":"/id/posts/","section":"Posts","summary":"","title":"Posts","type":"posts"},{"content":"","date":"Rabu, 24 Desember 2025, 19:50","externalUrl":null,"permalink":"/id/categories/","section":"Categories","summary":"","title":"Categories","type":"categories"},{"content":"","date":"Rabu, 24 Desember 2025, 19:50","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/info/","section":"Tags","summary":"","title":"Info","type":"tags"},{"content":"","date":"Rabu, 24 Desember 2025, 19:50","externalUrl":null,"permalink":"/id/categories/posts/","section":"Categories","summary":"","title":"Posts","type":"categories"},{"content":"","date":"Rabu, 24 Desember 2025, 19:50","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/","section":"Tags","summary":"","title":"Tags","type":"tags"},{"content":"","date":"Senin, 12 Mei 2025, 17:29","externalUrl":null,"permalink":"/tags/game-modding/","section":"Tags","summary":"","title":"Game Modding","type":"tags"},{"content":"","date":"Senin, 12 Mei 2025, 17:29","externalUrl":null,"permalink":"/tags/software/","section":"Tags","summary":"","title":"Software","type":"tags"},{"content":" Last year somewhere in August 2024, we have unexpected announcement that Tokyo Xtreme Racer or in its native release Shutokō Battle (首都高バトル) announced for new entry almost 10 years since last release in console! Fast forward to January 23rd We have Early Access launch which is awesome! As later people digging through the gamefiles it come clear that the game use Unreal Engine 5.\nThought because I liked this series far way back in PS2 era, I decided to maybe give back small contribution to the community by making custom GUI app for save editing the game.\nYou can check my repo for the app itself\nrafliard23/txr-use-py GUI-based save file editor for Tokyo Xtreme Racer 2025 Python 18 1 It\u0026rsquo;s a wrapper app # Tokyo Xtreme Racer Save Editor app layer overview First roadblock that came to me was Serial-Deserialize the save file. Unreal game are saved in a way that\u0026rsquo;s packed by specific function. The save file structure are clear enough that you can edit it with hex editor however we would encounter byte collision if we add or remove additional bytes into the file, thus we would move in ready-to-use tool to save time not to mention this is my first UE5 game that I play! (well I don\u0026rsquo;t want to spend time writing Ser-Des function myself).\nThere goes I found this fancy cli tool that enough for my use case. Serial and Deserialize the UE save file (.sav) into JSON document (.json) and vice versa.\ntrumank/uesave Rust library and CLI to read and write Unreal Engine save files Rust 422 69 By any means the cli tool alone is the save editor itself, however to make things easier for user we can add additional front end to edit what user want and convert it from the value into respective block of data that need to be edited then save it as .sav file once player hit \u0026ldquo;Save\u0026rdquo; or \u0026ldquo;Save As\u0026rdquo;\nHow it works # Loading File Process # Loading save file deserialize into .json file First and foremost the Editor UI needs you to load a save file .sav which we will save the path for processing later on. This path will be piped to uesave-cli which converts the .sav into .json onto specified folder we set.\nEditing Data # Open loop data editing overview Once we have our .json save file, we can edit it right away and adjust any value according to valid range and reasonable set. Almost any value related to player character can be edited that affect achievements however for in-game freeroam related check they may checked over raceinfo entry that loaded in transient or volatile in memory during gameplay. This save editor front end at best very basic as I don\u0026rsquo;t want to expand the GUI to attribute larger customization (e.g plate modding, muffler swap and some tricky edits). Once we complete edit the value, we can write our changes into the .json file.\nPut it back as .sav # Saving .json file into save file This process handled by uesave-cli with help of GUI to retrieve our original path of .sav file and as conversion output path of uesave-cli.\nRemark # I believe the next logical step would be implement this editor as in-game Trainer to make things more streamlined and contained within the game. Although I have not start the process as a lot of things to do in real life, maybe somebody would make it before I complete it myself, who knows. All that matters is that I want to make something and share it in case someone find it useful though I find it limitating :p\n","date":"Senin, 12 Mei 2025, 17:29","externalUrl":null,"permalink":"/projects/txrsaveeditor/","section":"Projects","summary":"Simple GUI Save Editor for Tokyo Xtreme Racer (2025) using uesave-cli and Python","title":"Tokyo Xtreme Racer - Save Editor GUI","type":"projects"},{"content":" Tumpukan buku dengan ajakan untuk membaca. Sumber:Paul Cross dengan lisensi CCA-2.0 Generic Membaca manual book, datasheet, ataupun petunjuk merupakan hal biasa bagi segelintir orang, namun efeknya begitu besar jika dibiasakan terutama bagi kita yang dari latar belakang engineer, teknik, atau akademisi. Mengetahui petunjuk pengunaan alat atau mengidentifikasi komponen yang kita gunakan adalah separuh tanggungan yang perlu kita penuhi agar pekerjaan yang kita lakukan bisa beres, sisanya adalah usaha yang kita lakukan dalam mencapai target atau tujuan penggunaan alat/komponen yang kita pilih\u0026hellip;\n(Pembiasaan) Membaca Petunjuk untuk Mencapai Tujuan # Datasheet MOSFET IRFZ44N Membaca manual book, buku petunjuk, dokumentasi project merupakan hal esensial bagi developer atau engineer ketika menghadapai hal yang asing. Membaca adalah salah satu metode untuk menggali informasi yang universal tanpa memandang bidang. Secara harfiah, membaca sendiri bisa bermakna \u0026ldquo;menangkap\u0026rdquo; informasi dengan menggunakan indra manusia yang menghasilkan ide, analisa, pertimbangan, dan pemecahan masalah terhadap konflik atau problem saat itu. Membaca mampu memangkas waktu kita dalam proses transfer knowledge karena kita tidak perlu orang lain untuk menangkap informasi yang disodorkan atau dibutuhkan.\nPembiasaan membaca manual book sangat krusial sebagai developer atau engineer, semakin terbiasa kita membaca datasheet semakin mudah kita mendapatkan informasi yang kita inginkan dengan waktu yang lebih efisien. Selain itu dengan terbiasa membaca datasheet, kita juga menjadi lebih self-service dan tidak bergantung kepada orang lain untuk belajar hal yang banyak dijumpai (umum). Keterbiasaan membaca juga mendorong seseorang untuk lebih kritis, paham, dan terbiasa untuk mencari informasi secara mandiri.\nEsensi Membaca Petunjuk # Esensi membaca petunjuk mendorong seseorang lebih mandiri dan manfaat yang tak ternilai, beberapa poin seperti:\nKemandirian # Dalam KBBI, mandiri /man·di·ri/ a dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain. dan kemandirian /ke·man·di·ri·an/ n hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain.\nDari definisi di atas, kemandirian dalam konteks kemampuan (atau dalam profesi) merujuk kepada kemampuan kita untuk berdiri sendiri dalam menghadapi problem, konflik, isu maupun tantangan. Kemandirian mendukung agar kita berkembang dengan kemajuan teknologi dan menjamin kita terhadap informasi terbaru tanpa perlu menunggu orang lain.\nPemahaman tinggi # Dengan membaca buku petunjuk, manual, dokumentasi tidak serta-merta bisa langsung menjawab isu atau problem yang kita hadapi, tetapi dengan membaca kita memahami bagaimana suatu proses berjalan atau cara kerja suatu sistem beserta perangkat-perangkat kecil di dalamnya. Semakin kita memahami sesuatu secara mendalam, semakin mudah dalam melangkah untuk menyelesaikan problem.\nPembiasaan mencari tahu (riset) # Kini arus informasi sangat pesat beredar bahkan semakin mudah untuk kita mencari sumber informasi dengan mudah untuk memverifikasi sesuatu yang ingin kita cari. Misalkan kita membeli komponen transistor tetapi kita ragu dengan barang yang datang ketika sampai di rumah, kita bisa memverifikasi transistor ini dengan mencari informasi langsung dari datasheet pabrikan transistor.\nMelakukan riset (pertimbangan) juga hal yang wajib sebelum mengambil keputusan (baik dalam desain atau melakukan sesuatu) semakin banyak informasi yang masuk semakin mudah kita memutuskan dengan input informasi yang ada. Melakukan riset juga mengembangkan kemampuan berpikir untuk mengidentifikasi masalah, dengan mengenali masalah yang dihadapi kita mampu menyusun langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai solusi.\nPemecahan masalah # Menyelesaikan masalah dengan mengikuti buku panduan, manual, dokumentasi membuat kita semakin mudah untuk mengenali masalah yang dihadapi, hal tersebut relevan dengan pengalaman yang kita miliki. buku panduan, manual, dokumentasi ini merupakan informasi yang sangat membantu dalam mengidentifikasi masalah. Dari membaca ini lah membuat kita semakin terbiasa dalam mendiagnosa masalah, mencari solusi, dan memutuskan metode mana yang paling tepat.\n","date":"Kamis, 19 Desember 2024, 18:50","externalUrl":null,"permalink":"/id/posts/2024/12/rtfm/","section":"Posts","summary":"Membaca manual book, datasheet, ataupun petunjuk merupakan hal biasa bagi segelintir orang, namun efeknya begitu besar jika dibiasakan terutama bagi kita yang dari latar belakang engineer, teknik, atau akademisi. Mengetahui petunjuk pengunaan alat atau mengidentifikasi komponen yang kita gunakan adalah separuh tanggungan yang perlu kita penuhi agar pekerjaan yang kita lakukan bisa beres, sisanya adalah usaha yang kita lakukan dalam mencapai target atau tujuan penggunaan alat/komponen yang kita pilih..","title":"RTFM! | Membudayakan membaca informasi","type":"posts"},{"content":"","date":"Senin, 2 Desember 2024, 18:51","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/electrics/","section":"Tags","summary":"","title":"Electrics","type":"tags"},{"content":"","date":"Senin, 2 Desember 2024, 18:51","externalUrl":null,"permalink":"/id/categories/projects/","section":"Categories","summary":"","title":"Projects","type":"categories"},{"content":"","date":"Senin, 2 Desember 2024, 18:51","externalUrl":null,"permalink":"/id/projects/","section":"Projects","summary":"","title":"Projects","type":"projects"},{"content":"Berawal dari ide untuk membuat universal wireless audio receiver ketika saya mengerjakan tugas akhir di kampus, akhir nya project ini saya kerjakan hampir dua tahun kemudian. Karena sifat nya yang lebih banyak menggunakan module dibandingkan perancangan dari awal (kecuali untuk casing), pendokumentasian project ini sebagai arsip dan mungkin bisa mendorong saya untuk masuk ke dalam dunia Elektronika pensinyalan audio.\nPakai modul jadi lebih hemat daripada bikin sendiri, apa iya? # Dalam pikiran saya terlintas problem ini terutama bagi saya yang baru kali ini mencoba masuk ke dalam dunia Audio/Video analog sinyal. Demi menjaga timeline agar sesingkat mungkin, kepraktisan pembuatan device, dan menekan biaya (pertama kali), saya memutuskan untuk project ini dengan menggunakan module siap pakai sambil mempelajari module yang dipakai, audio skematik, dan protokol yang digunakan (BLE, aptx beserta temannya).\nKonsep device # Wiring Device Device yang saya rakit ini bersifat portabel, universal, dan fungsional. Portabilitas dari device didukung dengan baterai Li-ion 3.7V 2.000 mAh yang digunakan sebagai power module ini dan juga sebagai power mini amplifier jika hanya menggunakan port 3.5mm pada perangkat audio. Untuk mendukung fungsi baterai, device dilengkapi dengan module TP4056+DW01A sebagai BMS sekaligus charger controller baterai agar bisa diisi ulang tanpa perlu melepas assembly device. Universal yang dimaksud di sini dengan mengekspose port 3.5mm menyebabkan module bisa digunakan untuk mengadaptasi perangkat audio yang menggunakan input 3.5mm jack agar bisa menjadi wireless. Fungsional yang dimaksud dari device ini didesain untuk pemakaian sehari-hari, tanpa ada bug/kendala karena kondisi eksperimental device yang saya buat, jadi harus benar-benar kondisi nya layak untuk digunakan sehari-hari.\nUntuk mendukung penampilan device, casing wajib dibuat agar menjadi lebih menarik dan presentable.\nModul Wireless receiver Bluetooth yang cocok\u0026hellip; # Setelah saya melakukan survei dari module Bluetooth receiver yang dijual di E-Commerce Indonesia, pilihan saya mengerucut antara 2 pilihan. VHM314 dan MH-M28. Alasan pilihan saya mengerucut ke dua modul tersebut salah satunya adalah port 3.5mm jack yang sudah ada sehingga tidak perlu repot membuatkan adapter 3.5mm jack dari jalur L dan R output modul board. Yang kedua adalah alasan performa. VHM314 dan MH-M28 (dan MH-MXX series) memiliki performa yang baik namun dari hasil yang saya coba untuk mendrive IEM KZ ZS3 saya, MH-M28 menghasilkan suara yang lebih baik dan cocok untuk profil basshead IEM KZ ZS3.\nBerikut ini adalah tabel yang hasil perbandingan berdasarkan data yang saya olah dari internet yang mungkin bisa menjadi referensi bagi pembaca.\nFitur MH-M18 MH-M28 MH-M38 VHM314 Power Supply 5V, Battery USB, 5V, Battery USB, 5V, Battery USB, 3.3V, Battery 3.5mm Jack ❌ ✔ ❌ ✔ Built-in Amplifier ❌ ❌ (5W + 5W) ❌ Bluetooth Ver. 4.2 4.2 4.2 5.0 Button Interface ✔ ❌ ❌ ❌ Catatan penulis: Rata-rata modul wireless receiver Bluetooth dengan harga murah di pasaran menggunakan controller dari JieLi khusus nya pada seri seperti AC6XXXX. Pengguna github ini menuliskan temuannya mengenai kontroler JieLi yang kerap kali ditemui pada perangkat TWS, Wireless Receiver modul yang dijual di pasaran terlebih jika dijual dengan harga murah. Kontroler dari JieLi ini juga bermacam-macam form factor nya, dari SOIC-16, SOIC-24, QSOP-24 hingga QFP ada. Jadi bisa saya pastikan modul seperti MH-M18, MH-M28, dan MH-M38 pasti menggunakan salah satu dari chip buatan JieLi ini karena dari temuan pengguna github di atas menunjukkan bahwa module \u0026ldquo;MH-M18\u0026rdquo; menggunakan IC JieLi yang belum dihapus dan diganti marking nya.\nDesain casing! # Untuk fabrikasi casing saya menggunakan proses 3D Printing untuk menekan biaya dan untuk memudahkan pengerjaan dari tahapan desain menuju realisasi. Casing saya desain sendiri dengan ukuran relatif kecil 64.80 mm x 54.80 mm x 27.00 mm sehingga cukup kecil dan tidak terlalu besar untuk dibawa ke mana-mana. Untuk meningkatkan kekuatan material, bisa menggunakan material seperti ABS dan PETG agar casing bisa lebih tahan terhadap suhu panas (outdoor).\nKekurangan yang saya rasakan # Dari hasil pengujian device yang saya buat, Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan mengenai pengoperasian dan fungsionalitas device karena mungkin dari pembaca berpikir bahwa dengan \u0026ldquo;Universal\u0026rdquo; bisa bermakna berfungsi sebagai non speaker (Microphone). Berikut ini adalah poin-poin yang menarik dan sebagai batasan dari perangkat:\nSinyal audio hanya output, tidak bisa menerima sinyal input (baik Microphone, maupun tombol dari headset/headphone). Jarak efektif antara perangkat yang terhubung dengan Bluetooth dengan Receiver maksimal 4 meter dari test yang saya lakukan untuk mempertahankan kualitas stream audio. Untuk MH-M28, hasil suara yang dihasilkan tanpa adanya filter tambahan pada volume rendah memiliki noise statik sedang, namun ketika volume dinaikkan noise akan hilang. Kesimpulan # Bagi saya, membuat dan merakit device ini cukup asyik dan puas dengan hasilnya. Dari menggali informasi mengenai IC komponen Bluetooth receiver ini membuat saya sadar bahwa sebetulnya IC dari JieLi ini sangat luas digunakan pada perangkat-perangkat wireless murah. Saran saya bagi pembaca yang menginginkan kualitas atau kontrol yang lebih advance, lebih baik membeli komponen kontroler sendiri terutama sangat disarankan untuk membaca datasheet, menurut saya meskipun murah kualitas nya cukup baik namun memang jika di adu dengan kontroler wireless seperti dari Qualcomm pasti lebih baik kontroler Qualcomm karena banyak yang sudah mendukung protokol lebih baru seperti aptX dan juga pengembangan hardware di IC kontroler nya, memang kontroler dari Qualcomm jauh lebih mahal dari kontroler seperti JieLi ini yang bisa didapatkan dengan harga dibawah Rp. 30.000,- dalam bentuk modul siap pakai.\nBehind the Scene # Bacaan lebih lanjut # https://avdweb.nl/tech-tips/electronics/mh-m18-m28-m38-bluetooth-audio-receiver-amplifier-tear-down\nhttps://oshwlab.com/hichm/bleutooth-5-audio\nhttps://www.reddit.com/r/AC690X/\nhttps://kagaimiq.github.io/jielie/chips/chip-marks.html\n","date":"Senin, 2 Desember 2024, 18:51","externalUrl":null,"permalink":"/id/projects/audioreceiver/","section":"Projects","summary":"Berawal dari Ide untuk membuat Universal adapter wired-to-wireless, akhirnya tercapai dengan fitur recharge-able dan konektivitas Bluetooth","title":"Universal Bluetooth Audio Receiver","type":"projects"},{"content":"","date":"Jumat, 13 September 2024, 06:30","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/casual/","section":"Tags","summary":"","title":"Casual","type":"tags"},{"content":"","date":"Jumat, 13 September 2024, 06:30","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/computer/","section":"Tags","summary":"","title":"Computer","type":"tags"},{"content":" Update 16th Desember\nSaya rasa lebih baik mengupdate catatan ini karena ada semakin banyak tools yang bisa dipakai tanpa perlu meraba-raba secara langsung registry atau service dari Windows, kita bisa langsung menjalankan tools ini untuk melakukan perintah yang diinginkan.\nSemakin hari semakin aneh perkembangan Windows 11. Dengan disuntik mati dukungan Windows 10 di bulan Oktober kemarin, kini banyak pengguna yang migrasi ke Windows 11 namun versi Windows ini jauh lebih banyak bermasalahnya dibandingkan reliabel secara penggunaan. Secara pribadi saya menemukan mematikan Windows Update agar tidak berjalan di background membuat komputer yang memakai Windows 11 membuat sistem jauh lebih stabil dibandingkan yang terhubung 24/7 dengan channel update Windows. Kemudian user bisa melakukan debloat sistem secara mandiri karena lebih aman secara sistem integrity dan cybersecurity (tidak mendownload secara bebas online)\nCara Mematikan/Disable Windows Update (Bisa Dinyalakan Kembali) # Kita bisa menggunakan salah satu tool yang ada di Github, secara pribadi saya menggunakan repo ini karena cukup straightforward. Kita bisa membaca lewat panduan di Github repo tersebut\ntsgrgo/windows-update-disabler Disable/Enable Windows update with a lightweight batch tool. Batchfile 2052 205 1. Clone repo dengan git atau download sebagai Zip # Klik untuk mendownload versi terbaru dari Zip file\n2. Extract windows-update-disabler-main.zip # 3. Jalankan disable updates.bat untuk mematikan Windows Update # 4. Jika ingin melakukan update, bisa jalankan enable updates.bat, lakukan proses update, lalu matikan kembali dengan disable updates.bat # Cara Debloat Windows # Beberapa tools utility seperti W4RH4WK/Debloat-Windows-10 dan LeDragoX/Win-Debloat-Tools telah diarsipkan karena sifatnya yang berfokus ke Windows 10 namun bisa juga digunakan di Windows 11, sehingga saya berpindah untuk menggunakan tools dari Chris Titus, repo bisa di akses di sini.\nChrisTitusTech/winutil Chris Titus Tech\u0026rsquo;s Windows Utility - Install Programs, Tweaks, Fixes, and Updates PowerShell 48520 2557 1. Jalankan \u0026ldquo;Windows PowerShell (Admin)\u0026rdquo; (untuk Windows 10) atau \u0026ldquo;Terminal (Admin)\u0026rdquo; (untuk Windows 11). # 2. Kemudian copypaste line dibawah ini ke PowerShell/Terminal # irm \u0026#34;https://christitus.com/win\u0026#34; | iex 3. Baca dokumentasi untuk apa saja yang bisa di uninstall # Untuk info lebih lanjut bisa membaca dokumentasi di Repo/situs Chris Titus\nGimana, sangat mudah kan? Kunci utama agar sukses adalah RTFM!🔥\n","date":"Kamis, 29 Agustus 2024, 07:31","externalUrl":null,"permalink":"/id/posts/2024/08/tweakwindows/","section":"Posts","summary":"Panduan simpel untuk mematikan/menyalakan Windows Update dengan mudah, serta cara debloat Windows secara mandiri","title":"Cara Mematikan Windows Update dan Debloat Windows","type":"posts"},{"content":"","date":"Senin, 26 Agustus 2024, 14:45","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/embedded-systems/","section":"Tags","summary":"","title":"Embedded Systems","type":"tags"},{"content":"","date":"Senin, 26 Agustus 2024, 14:45","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/hardware/","section":"Tags","summary":"","title":"Hardware","type":"tags"},{"content":"Proyek ini berlangsung antara Oktober 2023 hingga Desember 2023 namun pasca saya intern di Toyota, paman saya mengajak untuk melanjutkan kembali pengerjaan proyek ini karena demand yang cukup potensial untuk dikembangkan menjadi produk jadi, namun pada tahap 2 akan ada pengembangan di bagian ranah IoT dan Monitoring data. Untuk proyek asli kami menggunakan mikrokontroler STM32 sebagai basis mikrokontroler nya.\nIdentifikasi Masalah # Ide pembuatan Automated Sprinkler Sprayer ini berawal dari paman saya yang ingin mengotomasikan penyiraman tanaman yang ada di taman depan rumah dan di tengah rumah. Kemudian saya menawarkan diri untuk membantu membuatkan solusi dengan cara membuat kontrol otomasi dari aksi yang ingin dilakukan dengan menggunakan kontroler. Selanjutnya kebutuhan elektrik dan hardware sebagian telah ada dan terpasang di rumah paman saya karena sebelumnya juga telah mencoba sendiri namun belum mendapatkan metode yang optimal.\nProblem kedua adalah pengembangan kemampuan menggunakan STM32 karena dari paman saya bersikeras untuk menggunakan kontroler STM32 sebagai kontroler utama sistem otomasi ini, karena dari saya juga ingin mengembangkan skillset saya di kontroler STM32, maka saya mengiyakan.\nPlanning # Selanjutnya pada tahapan planning saya mendesain untuk topologi hardware dan kontroler secara garis besar dari fitur yang telah ditentukan dan disetujui. Kemudian dari topologi hardware ini kita akan bergerak ke dalam pemrograman, perancangan (pemilihan) komponen, desain layout PCB (prototip), serta testing.\nBlok Diagram Sistem Pemrograman # Flowchart logic program Untuk logic program didesain untuk operasi otomatis dan tanpa perlu manual dari user, namun kondisi terakhir untuk power Pompa masih belum otomatis karena dari paman saya tidak menginginkan sistem yang lebih kompleks. Untuk implementasi menggunakan metode timer (terjadwal) untuk penyiraman kami sepakati untuk mengembangkan pada tahapan selanjutnya (Reboot Proyek saat ini). Pemrograman menggunakan framework HAL STM32 dari STElectronics.\nPerancangan (pemilihan komponen) # Pada tahapan ini, saya akan membahas terlebih dahulu komponen yang membuat proyek ini berhasil atau tidak.\nMoisture Sensor # Moisture Sensor atau Sensor kelembapan tanah merupakan salah satu komponen terpenting dalam skema otomasi penyiraman karena untuk menentukan apakah tanah perlu disiram atau tidak kita menggunakan sensor kelembapan tanah ini. Masalah terbesar terutama untuk bekerja menggunakan sensor grade Hobbyist adalah keandalan sensor yang bervariasi baik yang sangat bagus dan akurat hingga sensor yang mudah rapuh sehingga bersifat sekali pakai. Hal tersebut kita temui pada jenis Sensor Kelembapan ini dengan banyak varian ditemukan di E-commerce Indonesia. Jika kita kelompokan, bisa kita bagi menjadi 4 jenis sensor kelembapan.\nVariasi sensor kelembapan tanah Berdasarkan pengalaman saya dulu pernah menggunakan sensor-sensor ini, Sensor kelembapan tipe (D). memiliki keandalan yang lebih baik dibandingkan jenis lainnya namun sensor jenis (D). ini juga perlu diberikan proteksi untuk menjaga bagian komponen elektronik (IC dan komponen pasif) agar tidak terkena air dan pengaruh suhu yang berlebih. Jenis (A). dan (B). memiliki bagian tembaga yang terekspos sehingga jelas tidak akan bertahan lama jika terkena air, udara dan suhu yang berubah-ubah. Sensor jenis (C). memiliki pembacaan yang tidak linar sehingga kurang cocok.\nJika pembaca memiliki waktu lebih, kalian bisa melihat video dari Andreas Spiess di bawah ini yang membahas sensor kelembapan tanah ini serta artikel yang dicantumkan di deskripsi video yang benar-benar membantu dalam penggunaan sensor dan mencapai keakuratan mendekati sensor linear.\nMicrocontroller # Untuk bagian mikrokontroller menggunakan STM32F103CXT6 (C6/C8 kompatibel), alasan menggunakan STM32 karena dari paman saya menginginkan program kontroler yang aman dan susah untuk dikopi, akhirnya dari saya mengikuti instruksi sekaligus untuk mengembangkan skillset saya menggunakan STM32 dengan HAL dari STElectronics.\nLCD 16x02, Relay # LCD digunakan untuk display status berjalannya sistem, pada saat itu digunakan untuk menunjukkan relay ON atau OFF dan kelembapan tanah pada masing-masing sensor. Relay digunakan untuk mengaktuasi output beban yang dihubungkna dengan Relay karena Relay sendiri adalah saklar elektronik yang bisa dikontrol melalui input sinyal tertentu (coil energize).\nPower Adapter 5V # Karena saya ingin agar desain power lebih sederhana, saya memutuskan untuk mendesain PCB dengan power input 5V dan regulasi ke level 3.3V menggunakan regulator LDO AMS1117-3.3. Dengan menggunakan base input 5V kita tidak perlu DC-DC Switching regulator untuk menurunkan level tegangan karena jarak dari 3.3V ke 5V cukup untuklangsung menggunakan regulator LDO. Penggunaan basis 5V untuk menyalakan Relay 5V pada bagian VCC.\nDesain layout PCB (prototip) # Skematik dan Layout PCB Untuk skematik saya membuat sendiri dengan KiCAD serta mempergunakan komponen-komponen yang telah ada (meminimalkan pembelian). Konektor Relay, LCD, Rotary Encoder, dan Sensor saya rancang pada PCB agar memudahkan instalasi dengan konsep \u0026ldquo;Plug n\u0026rsquo; Play\u0026rdquo; dan agar konektor tidak terbalik saya menggunakan konektor Molex dan JST XH. Untuk driver Relay saya menggunakan transistor NPN 2N2222 agar logic kembali ke Active High dalam aktuasi relay karena modul Relay yang dipakai memiliki aktuasi Active Low. Untuk input power saya menggunakan Jack DC untuk memudahkan input power tanpa perlu mengupas kabel sehingga lebih aman.\nUntuk desain layout PCB saya menggunakan Single Layer karena keterbatasan fabrikasi PCB yang murah dan bisa cepat (saya mencetak di Surabaya dulu) dan tanpa menggunakan masking. Menurut saya beberapa hal bisa ditingkatkan lagi untuk pengembangan lebih lanjut seperti dengan menggunakan IC seperti ULN2003A (seperti yang saya pakai di Proyek Vehicle Remote Operation). Karena kita menggunakan komponen campuran SMT dan THT, maka board kita tidak ideal dan banyak tempat yang terbuang karena keterbatasan fabrikasi dan THT ini.\nTesting # Gallery # ","date":"Senin, 26 Agustus 2024, 14:42","externalUrl":null,"permalink":"/id/projects/automatic_sprinkler/","section":"Projects","summary":"Proyek penyiraman tanaman otomatis dengan pilihan input sensor kelembapan tanah. Menggunakan kontroler STM32","title":"Automatic Sprinkler Sprayer memakai Microcontroller (STM32)","type":"projects"},{"content":"","date":"Senin, 26 Agustus 2024, 14:42","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/automation/","section":"Tags","summary":"","title":"Automation","type":"tags"},{"content":"","date":"Sabtu, 24 Agustus 2024, 18:27","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/memoir/","section":"Tags","summary":"","title":"Memoir","type":"tags"},{"content":"","date":"Senin, 17 Juni 2024, 12:50","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/review/","section":"Tags","summary":"","title":"Review","type":"tags"},{"content":"","date":"Selasa, 28 Mei 2024, 07:45","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/mechanics/","section":"Tags","summary":"","title":"Mechanics","type":"tags"},{"content":"","date":"Sabtu, 2 September 2023, 14:58","externalUrl":null,"permalink":"/id/","section":"","summary":"","title":"","type":"page"},{"content":"Halo! Situs ini merupakan fasilitas personal space yang saya gunakan sebaai catatan dokumentasi, ide, opini, serta passion terhadap topik-topik yang saya minati.\nSaya seorang Developer Embedded System dengan berbagai macam minatan karena bidang kuliah saya yang menyentuh beberapa bidang luas (Mechatronics Engineering). Cukup bersyukur saya mampu berusaha hingga titik ini dan tak lelah untuk terus menggali ide-ide yang ada di dunia ini.\nRuang lingkup topik ketertarikan saya cukup luas, di antaranya Elektronik, Embedded System, sebagian Desain Mekanik, Otomotif, Motorsport, Personal Computer, dan Belajar.\n","date":"Senin, 14 Agustus 2023, 00:12","externalUrl":null,"permalink":"/id/about/","section":"","summary":"Halo! Situs ini merupakan fasilitas personal space yang saya gunakan sebaai catatan dokumentasi, ide, opini, serta passion terhadap topik-topik yang saya minati.\n","title":"About","type":"page"},{"content":"Situs ini merupakan salah satu perwujudan fasilitas penuangan ide yang saya miliki. Menulis menjadi salah satu cara saya untuk mengarsipkan ide-ide yang saya miliki dan membagikannya kepada dunia, serta meluapkan opini bagi sebagian orang yang mencerna informasi sebagai bahan diskusi untuk mereka sendiri.\nSaya Muhammad Rafli Ardiansyah, biasa dipanggil Rafli. Mechatronics 2019 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Untuk saat ini saya sangat berminat untuk lanjut mempelajari bidang Elektronika, Embedded Hardware dan Software, serta bidang desain Gambar Mesin.\nSaya sangat bersyukur terhadap pilihan saya dalam mengenyam pendidikan vokasi pasca lulus SMA. Keputusan saya untuk memilih Sarjana Terapan Teknik Mekatronika ini tidak lain karena saya ingin berubah, ingin menjadi seseorang yang lebih bermanfaat kepada orang lain serta masyarakat sekitar. Menurut saya Mekatronika adalah salah satu cabang ilmu yang praktis dan pasti digunakan, baik secara sehari-hari maupun spesifik seperti bidang industri. Dari hasil yang telah saya jalani sebagai Mahasiswa Mekatronika, saya merasa sejauh ini saya telah merasakan manfaatnya baik secara diri sendiri, keluarga, bahkan sekitar rumah.\nPada awalnya ketika saya beranjak dari lulus SMA menuju jenjang Perguruan Tinggi, saya dihadapkan dengan dua pilihan waktu itu, yakni masuk Vokasi dengan Teknik Mekatronika (yang saya anggap setara atau lebih dari Teknik Mesin pada saat itu), atau memilih studi Srata-1 Teknik Kimia disalah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Karena niatan saya waktu itu ingin masuk ke program Strata-1 di salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Surabaya, akhirnya saya lebih memilih ke Teknik Mekatronika terutama dalam benak pikiran saya adalah \u0026ldquo;Robotik/Mekanika+Elektronika adalah masa depan!\u0026rdquo; (Tentunya hal ini benar namun di Indonesia masih pada skala Industri). Pada waktu itu ketika masa transisi lulus SMA hingga beranjak tahun pertama saya kuliah saya terkadang memiliki pikiran \u0026ldquo;Apakah benar ini adalah pilihan yang terbaik bagi saya?\u0026rdquo; Tentunya skeptis atau keraguan adalah hal yang normal terlebih bagi saya sebagai lulusan SMA yang dari awalnya tidak mengenal Perteknikan (Engineering). Patut bersyukur, saya melewati tahun pertama dengan lancar serta mencari kesibukan yang lebih berarti untuk menyalurkan hasil yang telah saya pelajari ke dalam dunia riil.\nAntusias untuk mempelajari ilmu baru, dan tertarik terhadap Hardware, Embedded, dan Elektronika.\nBerawal dari lulusan SMA tidak membuat saya merasa kurang ketika menginjak pendidikan lanjut D4 Teknik Mekatronik, tapi hal tersebut kemudian membuka saya bahwa Keilmuan ini sangatlah luas dan bagi yang haus ilmu pasti akan bersyukur terhadap luasnya ilmu yang dapat digali. Hanya kemauan yang menjadi batas seorang pelajar/manusia untuk menggali potensi dirinya sendiri.\n","date":"Senin, 14 Agustus 2023, 00:12","externalUrl":null,"permalink":"/about_long/","section":"","summary":"Situs ini merupakan salah satu perwujudan fasilitas penuangan ide yang saya miliki. Menulis menjadi salah satu cara saya untuk mengarsipkan ide-ide yang saya miliki dan membagikannya kepada dunia, serta meluapkan opini bagi sebagian orang yang mencerna informasi sebagai bahan diskusi untuk mereka sendiri.\n","title":"About","type":"page"},{"content":"","date":"Sabtu, 28 Januari 2023, 12:40","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/analog-system/","section":"Tags","summary":"","title":"Analog System","type":"tags"},{"content":"","date":"Rabu, 28 September 2022, 12:09","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/computer-vision/","section":"Tags","summary":"","title":"Computer Vision","type":"tags"},{"content":"","date":"Minggu, 10 April 2022, 16:04","externalUrl":null,"permalink":"/id/tags/embedded-system/","section":"Tags","summary":"","title":"Embedded System","type":"tags"},{"content":"Proyek merupakan salah satu proyek ketika saya melakukan Kerja Praktik di CV. Karya Brawijaya. Dalam proyek ini, saya dibantu dengan rekan-rekan satu kelompok untuk membuat mesin CNC Plasma cutting menggunakan bahan-bahan yang telah ada di lokasi bengkel workshop pada saat itu. Untuk kebutuhan mekanik (Desain, serta perwujudan benda) telah direalisasikan sehingga untuk pengerjaan kami adalah rewiring komponen, memrogram komponen dengan Mach 3 (pada komputer), serta penyetelan parameter untuk skema kontrol open loop motor servo.\nRangka Mesin CNC yang akan digunakan. Untuk pengerjaan yang saya lakukan, saya mengecek kelayakan komponen yang akan digunakan, karena \u0026ldquo;Mesin\u0026rdquo; CNC ini dibuat dengan alat dan bahan yang ada pada waktu itu, konfigurasi aktuator yang digunakan juga bisa dibilang unik karena motor stepper yang digunakan adalah motor stepper ukuran Nema 17 dengan masing-masing sumbu memiliki dua motor stepper untuk membagi beban.\nFoto breakout board Mach3. Karena penggunaan program kendali proses CNC yang digunakan masih menggunakan Mach3, maka kami memerlukan untuk mencari komputer dengan port Paralel agar mesin CNC bisa dikendalikan langsung oleh komputer. Penggunaan komputer dengan port Paralel ini sangat penting karena kemampuan untuk Torch Height Control (THC) hanya dapat digunakan pada board dengan port Paralel, board CNC Mach3 yang menggunakan interface USB tidak dapat menggunakan fitur ini karena pada program kontroler bawaan board CNC Mach3 USB tidak diimplementasikan untuk Plasma cutting, hanya mampu untuk digunakan sebagai CNC Milling/Laser Cutting.\nTampilan interface program Mach3. Setelah selesai penyetelan kalibrasi motor stepper+driver terhadap program Mach3, kemudian dilakukan penyetelan Torch Height Control (THC) dengan membuat kontroler THC sendiri (berbasis Voltage divider dan ADC op-amp). Pembuatan kontrol THC ini menggunakan prinsip kondisi tegangan dari Torch ketika Torch menyala, Torch akan memiliki nilai tegangan threshold ketika tegangan ini melibihi ambang batas, maka Torch akan menempel pada pelat ketika proses pemotongan sheet metal, hal ini terjadi karena nilai tegangan tersebut dihasilkan dari beda potensial tegangan yang terjadi antara ujung Torch dengan sheet metal yang akan dipotong, sehingga perbedaan tegangan ini dapat digunakan sebagai referensi untuk kontrol ketinggian Torch ketika proses cutting sheet metal.\nBerikut ini adalah demo dari mesin yang telah dikalibrasi dengan mencoba profil cutting sederhana\n","date":"Rabu, 16 Februari 2022, 11:59","externalUrl":null,"permalink":"/id/projects/cncplasma/","section":"Projects","summary":"Proyek ini merupakan salah satu proyek Kerja Praktik saya di CV. Karya Brawijaya. Kami merangkai sistem kontrol Torch High Control (THC) pada mesin CNC Plasma berbasis Mach 3","title":"3-Axis CNC Plasma Cutting","type":"projects"},{"content":" Proyek ini saya lakukan dulu ketika saya mengikuti kegiatan kemahasiswaan sewaktu kuliah, EEPIS Versatile Cargo Aeroplane (EVARO) merupakan pengembangan pesawat UAV yang dibuat pada tahun 2021 oleh tim EFRISA Subdivisi Airframe Innovation. Dalam subdivisi ini, kami berlima dengan rincian tiga orang sebagai kepala penanggung jawab pengembangan, dan dua orang sebagai kru yang membantu pengerjaan. Di sini saya bertugas untuk menghandle bagian hardware kelistrikan dari pesawat UAV, serta juga membantu dalam manufaktur, dan pemeliharaan bagian mekanik dari pesawat.\nOverview # Salah satu hasil kit yang telah dirakit dengan kotak kemasan EEPIS Versatile Cargo Aeroplane (EVARO) adalah wahana UAV yang dikembangkan dengan latar belakang sebuah wahana UAV logistik dipergunakan untuk mengangkut barang. Wahana UAV ini merupakan hasil dari perlombaan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) yang diselenggarakan pada tahun 2021 secara Online untuk kategori Techno Development sub divisi Airframe Innovation. Pada kategori ini, penjurian dilakukan berdasarkan hasil pengembangan teknologi pada bidang konfigurasi pesawat UAV, sistem wahana UAV, dan hal-hal terkait pengembangan struktur mekanikal pesawat.\nSalah satu gambar cetak dari plan wahana UAV EVARO UAV EVARO memiliki spesifikasi wahana sebagai berikut:\nKonfigurasi pesawat: Skyhunter Hybrid Tilt Rotor Hybrid Klasifikasi: Hybrid VTOL Bentuk sayap: V-Tail Propulsi: 3 Motor; 2 Motor Hybrid, dan 1 Motor Fixed Lebar sayap (Wingspan): 1400mm Panjang pesawat (Length): 970mm Beban Maksimal untuk Lepas Landas (MTOW): 3200g Muatan maksimal: 500g Material: Komposit dan PET Hardware Kelistrikan # Karena konfigurasi wahana yang membawa konsep Tilt rotor hybrid dipadukan dengan model Skyhunter tail boom tunggal, membuat wahana UAV ini bisa lebih efisien jika dibandingkan dengan basis model Quadplane yang menggunakan empat motor vertikal untuk take off, sedangkan pada konfigurasi yang dikembangkan ini menggunakan total tiga motor dengan satu motor vertikal tetap, dan dua motor tilt yang dapat berubah arah hadap antara menghadap ke atas ketika mode take off VTOL, dan menghadap ke depan ketika mode Cruise.\nPenggunaan motor servo pada motor Tilt Karena konfigurasi ini memiliki dua tilt motor, penambahan komponen servo dipergunakan untuk mengatur orientasi dari dua motor tilt ini. Agar sistem tilt rotor kuat, dipergunakan motor servo dengan spesifikasi gearbox dalam yang mampu diberi beban 35kg (faktor safety), dalam pengujian penggunaan motor servo dengan spesifikasi gearbox rating 15kg sudah kuat. Pemasangan tilt motor pada motor servo diletakkan pada arm servo sehingga arah hadap dari motor sama dengan arah arm servo untuk mempermudah setelan kontrol pada Flight Control.\nKendali Servo Tilt Rotor # Mekanisme tilt rotor dengan tampilan Servo Untuk mode terbang wahana UAV ini memiliki dua mode utama yakni mode VTOL ketika orientasi servo tilt menghadap ke arah atas (B), dan mode Fixed Wing/Cruise ketika orientasi servo tilt menghadap ke arah depan (A). Pergantian mode terbang ini dapat dikontrol melalui Ground Control Station (GCS) ketika terbang maupun pra-terbang. Mode VTOL dipergunakan ketika lepas landas dan mendarat, sedangkan mode Cruise digunakan ketika dilakukan penjelajahan. Pengembangan konfigurasi 3 Tilt motor hybrid ini karena pada tahun sebelumnya menggunakan konfigurasi Quadplane 4 Motor Vertikal + 1 Motor pusher, konfigurasi 3 Tilt motor hybrid ini lebih efisien karena penggunaan motor yang lebih sedikit.\nPenggunaan tilt rotor hybrid ini membuat kami harus menggunakan tiga motor dengan spesifikasi yang identik untuk mendapatkan keseimbangan yang tepat serta propeller dengan ukuran yang sama. Ketiga motor yang terpasang pada wahana UAV ini menggunakan motor dengan jenis ukuran 2280 dengan pertimbangan thrust, ukuran, serta biaya. Selain tiga motor yang identik, untuk mengurangi resiko ketidakseimbangan, dipergunakan ESC yang identik juga dengan spesifikasi rating arus 60A.\nUntuk informasi lebih lanjut, bisa melihat poster infografik dari hasil riset kami: Berikut ini adalah poster infografik dari hasil tim PKM kami: Poster Riset KRTI 2021 TDA ","date":"Jumat, 31 Desember 2021, 21:57","externalUrl":null,"permalink":"/id/projects/evaro/","section":"Projects","summary":"Riset Airframe Design untuk kejuaraan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) tahun 2021 pada divisi Techno Development, subdivisi Airframe Innovation. Memanfaatkan VTOL 3-motor dan Tilt-rotor hybrid.","title":"EEPIS Versatile Cargo Aeroplane","type":"projects"},{"content":"","externalUrl":null,"permalink":"/id/authors/","section":"Authors","summary":"","title":"Authors","type":"authors"},{"content":"","externalUrl":null,"permalink":"/id/series/","section":"Series","summary":"","title":"Series","type":"series"}]